Malang, 29 November 2025 – Program Studi Pendidikan Dokter bersama AMSA UIN Malang menyelenggarakan kegiatan National Workshop dan National Symposium 9th SHIAM X SARCOPLASMA dengan tema PACER: Professional Assistance and Coaching for Effective Exercise and Recovery. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025, dan menjadi ajang pengembangan kompetensi bagi mahasiswa kesehatan, dokter, fisioterapis, tenaga kesehatan lainnya, dan masyarakat umum yang tertarik pada bidang cedera olahraga, performa fisik, serta rehabilitasi.
Acara ini merupakan bentuk kolaborasi dari dosen dan mahasiswa, acara ini ditujukan untuk seluruh tenaga kesehatan, mahasiswa kedokteran dan masyarakat umum sebagai wadah untuk menambah wawasan terkait kesehatan dan kedokteran terutama dalam bidang keolahragaan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang dekat antara pihak-pihak yang terlibat. Selain itu pada pelaksanaan tahun ini, SHIAM X SARCOPLASMA menjalin hubungan kerjasama dengan FK UNS dan FK UM yang dalam hal ini diwujudkan dengan adanya pemateri dari fakultas kedokteran tersebut yaitu dr. Erianto Fanani, M.K.Kk., AIFO-K. dosen FK Universitas Malang dan dr. Amandha Boy Timor Randita, M.Med.Ed, Sp.KFR, M.Med.Klin, dosen FK Universitas Sebelas Maret. Pihak kemenkes juga ikut andil dalam acara ini dengan menerbitkan SKP untuk peserta workshop.
Selain itu, pada pelaksanaan tahun ini juga bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karsa Husada Kota Batu. Pada acara ini, RSUD Kota Batu membuka pelayanan kesehatan gratis bagi peserta. Pelayanannya mencakup pemeriksaan kolesterol, gula darah, serta pemeriksaan kulit gratis.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan FKIK UIN Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, PW., M.Kes., Sp.Rad (K),. Dalam sambutannya, Prof. Yuyun menyampaikan apresiasinya dalam pelaksanaan tahun ini.āSaya sangat mengapresiasi kerja seluruh panitia bahwa panitia terdiri dari dosen maupun mahasiswa dengan banyak persiapan, dan untuk semua peserta secara on/offline, saya mengucapkan terimakasih atas kerja cerdasnya, dan saya terkesan dengan pelaksanaannya yang semakin tahun semakin bagus. Harapannya setelah acara, peserta memiliki pemikiran, skill, ilmu dan kemampuan yg sama” ungkap Prof. Yuyun dalam sambutannya.

Pada sesi National Workshop tahun ini, dilaksanakan di Hall Auditorium Lt.3 Gedung Ar Rahim FKIK Kampus 3 UIN Malang, dan diharapkan para peserta memperoleh pembelajaran mendalam mengenai Principle and Application of Kinesiotaping for Lower Extremity in Sport Related Injury. Workshop kali ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten, yaitu.
- dr. Andrianto Wisnu Nugroho, Sp.OT, dengan materi āOptimizing Musculoskeletal Readiness as the Key to Structural Safety During Runningā
- dr. Erianto Fanani, M.K.Kk., AIFO-K, dengan materi āPhysiological Regulation for Energy Balance and Performance During Runningā
- dr. Amandha Boy Timor Randita, M.Med.Ed, Sp.KFR, M.Med.Klin, dengan materi āAdvancing Rehabilitation and Recovery Process After Sport-Related Injury in Lower Extremityā


Materi yang diberikan mencakup prinsip dasar kinesiotaping, mechanical correction techniques, aplikasi pada gluteal, hip, knee, ankle, foot, hingga penanganan cedera ligamen. Workshop ini dipersiapkan untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kasus cedera ekstremitas bawah pada atlet maupun pasien umum.
Nadia Rahmatazahra (PSPD 24) selaku ketua pelaksana berharap acara ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari branding FKIK UIN Malang. āSemoga acara tahun-tahun mendatang dapat dilestarikan dan dikembangkan dengan lebih baik, mengingat kegiatan ini juga menjadi bagian dari branding program studi dan fakultas kami,ā ujarnya. Sejalan dengan hal tersebut, Dekan FKIK UIN Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, PW., M.Kes., Sp.Rad (K), menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat re-branding fakultas sekaligus upaya mengikuti perkembangan tren agar tetap relevan dan bermanfaat. Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan di masa depan perlu terus ditingkatkan kualitasnya, baik dari pemilihan tema maupun tata pelaksanaannya. Meski dihadapkan pada tantangan terkait kesiapan area dan proses persiapan yang cukup panjang, Prof. Yuyun tetap mengapresiasi kerja panitia yang dinilainya solid, sigap, dan berdedikasi, pungkasnya menutup wawancara.

Dalam rangkaian acara National Symposium dan Workshop Symposium 9th SHIAM X SARCOPLASMA tahun ini,Ā juga diselenggarakan workshop dengan pemateri yang sama seperti pada seminar pagi hari. Workshop ini mengusung mekanisme pembelajaran Collaborative Structured Learning (CSL), di mana peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan stase materi yang berbeda. Acara dimulai seperti sesi kuliah pengantar selama 40 menit oleh tiga pemateri mengenai kinesiotaping. Setelah itu, peserta yang berjumlah 25 orang dibagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan tiga stase materi yang telah ditentukan, yaitu:
- Stase Glutea dan Femur, dipandu oleh dr. Amandha Boy Timor Randita, M.Med.Ed, Sp.KFR, M.Med.Klin.
- Stase Pergelangan Kaki hingga Telapak Kaki, dipandu oleh dr. Erianto Fanani, M.K.Kk., AIFO-K.
- Stase Lutut, dipandu oleh dr. Andrianto Wisnu Nugroho, Sp.OT.

Setiap kelompok terdiri dari 8 peserta di stase A, 8 peserta di stase B, dan 9 peserta di stase C. Setiap sesi praktikum berlangsung selama 15 menit, setelah itu peserta akan berpindah stase secara bergilir (A ke B, B ke C, dan C ke A), sehingga seluruh peserta dapat merasakan pengalaman di ketiga stase yang tersedia.
Dengan terselenggaranya rangkaian kegiatan National Symposium dan Workshop Symposium 9th SHIAM X SARCOPLASMA tahun ini, Program Studi Pendidikan Dokter kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kedokteran yang inovatif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kesehatan modern. Melalui kolaborasi lintas fakultas, dukungan Kementerian Kesehatan, serta antusiasme peserta, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga wadah memperkuat jejaring akademik dan profesional di bidang kedokteran olahraga. Diharapkan SHIAM X SARCOPLASMA dapat terus menjadi agenda tahunan unggulan yang mendorong peningkatan kompetensi, memajukan penelitian, serta memperluas kontribusi PSPD dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan berdaya saing.
Kontributor: Achmad Khidir Afandi (PSPD 23) & Ria Najja Nila Nafiāah (PSSF 23)




