Malang – Mahasiswa Prodi Pendidikan Dokter FKIK UIN Malang lagi-lagi mengukir prestasi. Hal ini dibuktikan atas perolehan Marissa Nur Khofifah sebagai juara 2 Bidang Karya Tulis Ilmiah Sains dan Teknologi di ajang Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX 2019. Lomba yang diselenggarakan pada hari Senin hingga Ahad 15-21 Juli 2019 tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Indonesia. Dalam PIONIR tahun ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah dengan 41 cabang lomba. Tujuan diselenggarakannya lomba tersebut adalah untuk mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi bintang yang akan mengharumkan PTKIN di ajang nasional.
“Saya mengikuti cabang Lomba Karya Tulis Ilmiah Sains dan Teknologi. Judul karya saya yaitu Pembuatan Plastik Ramah Lingkungan dari Limbah Cangkang Kepiting Bakau (scylla serrata) dikhususkan sebagai Plastik Pembungkus Buah. Judul ini saya buat karena keprihatinan saya terhadap jumlah plastik konvensional di Indonesia yang semakin lama semakin berlimpah apalagi menggunakan bahan kimia berbahaya yang tidak dapat diuraikan secara cepat, oleh sebab itu disini saya menggunakan bahan baku kitosan yg memiliki sifat ramah lingkungan dan dapat diuraikan dengan cepat. Bahan baku kitosan ini saya dapatkan dari cangkang kepiting bakau yang memiliki sifat biodegradable yang dikhususkan untuk plastik pembungkus buah” ungkap Marissa saat ditemui di kampus 2 UIN Malang hari Senin (22/7/2019).
Marissa juga mengatakan bahwa ia mulai mempersiapkan karya ilmiah ini sejak awal Bulan Januari 2019 dibawah bimbingan salah satu dosen fisika UIN Malang yaitu Bapak Khusnul Yakin. Sebelum presentasi saya mengikuti tahap penyisihan yaitu dengan pengumpulan makalah. Selanjutnya diambil 10 besar yang lolos tahap final untuk dapat mempresentasikan karyanya tgl 19 juli di Kampus Utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
“Selama penelitian dan penulisan makalah pastinya ada rasa capek, lelah dan juga sedih. Karena penelitian sendirian itu butuh konsentrasi lebih, butuh perjuangan dan waktu yang banyak. Kadang juga nangis sendiri karena sangat capek kemudian bangkit dan semangat lagi. Karena saya yakin perjuangan yang sungguh-sungguh akan mendapatkan hasil yang maksimal. Dan Alhamdulillah saya bersyukur walaupun tidak bisa juara 1 tapi bisa mendapatkan juara 2 yang menurutku itu sudah sangat bagus. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kesempatan hingga pada titik ini. Saat presentasi memang ada rasa sedikit grogi tapi saya harus bisa menampilkan yang terbaik, masalah juara itu bonus dari Allah SWT. Bahkan keempat juri berkata bahwa saya adalah finalis dengan presentasi terbaik dari semua finalis”. Tambahnya.
Ia juga berpesan kepada teman-temannya semoga teman-teman semakin semangat mencari pengalaman dalam lomba-lomba yang diminati masing-masing. Jangan takut untuk mencoba.. Semua tidak ada yang instan, Semua perlu perjuangan. “Untuk teman sejawatku dari Prodi Pendidikan Dokter FKIK UIN Malang, Kalian Bisa, Kalian Hebat!! Terus gali potensi kalian hingga membawa nama baik universitas, fakultas dan jurusan kita tercinta”. Pungkasnya.
Khilmi Ainun N.




