MIU Login

Plan of Action 2025: Mahasiswa Baru Kedokteran UIN Malang Wujudkan Aksi Nyata Cegah DBD di Pondok Pesantren

Dau, 16 November 2025 – Sebagai tindak lanjut dari rangkaian Leadership Training LKMM, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter (HMPPD) UIN Malang kembali menggelar Plan of Action (PoA). Program ini merupakan kegiatan tahunan yang diterapkan oleh mahasiswa baru untuk mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Masyarakat yang mulai dibiasakan sejak mahasiswa baru. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mempraktikkan kemampuan manajemen acara sekaligus melakukan pengabdian masyarakat secara langsung. Pada pelaksanaan PoA tahun ini membahas tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kegiatan PoA 2025 dipusatkan di Pondok Pesantren Ni’matul Iman, Kecamatan Dau, lokasi yang dipilih dengan mempertimbangkan akses mahasiswa baru yang berdekatan dengan area Ma’had UIN Malang. Selain memudahkan mobilisasi, lokasi tersebut juga dinilai relevan dengan kebutuhan edukasi kesehatan di lingkungan pesantren. Kegiatan ini dibuka langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Ni’matul Iman yaitu Ustadzah Faizah dan dibersamai oleh dr. Lina Fitria Astari, Sp.A, M.Biomed, sebagai perwakilan dosen dan pemateri. Pembukaan PoA 2025 dilaksanakan secara simbolis dengan pemotongan pita.

Pada tahun ini, PoA mengusung dua tema besar: SAHABAT (Santri Hebat, Bersih, Amanah, dan Tangguh) serta GEMA BERIMAN (Gerakan Mahasiswa Bersih Indah Aman dan Nyaman). Subtema yang dibahas adalah isu kesehatan yang sedang hangat dan dekat dengan kehidupan masyarakat: Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menurut pemateri, dr. Lina Fitria Astari, Sp.A, M.Biomed, pemilihan tema DBD sangat tepat.

“Tema yang diangkat terutama DBD menurut saya sudah sesuai. Didukung juga dengan kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini, sehingga memudahkan penyampaian materi dan praktiknya,” ujarnya.

Usai sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi gotong royong membersihkan area pondok. Aksi ini tidak sekadar agenda bersih-bersih, tetapi langkah nyata untuk menurunkan risiko sarang nyamuk dan penyebaran DBD di lingkungan pesantren.

Perwakilan HMPPD, Rizki Fadhil (PSPD ’23), menegaskan bahwa gotong royong dalam PoA memiliki nilai lebih dari sekadar kerja bakti.

“Kami ingin membantu pihak pondok, mencegah penyebaran penyakit, sekaligus meningkatkan bonding angkatan. Jiwa gotong royong ini bisa memupuk kekompakan dan solidaritas semua pihak yang terlibat,” ungkapnya.

Selain memberikan pengalaman organisasi dan pengabdian masyarakat, PoA 2025 juga menjadi ajang bagi mahasiswa baru untuk melihat langsung bagaimana ilmu kedokteran dapat diimplementasikan secara sederhana namun berdampak besar. Edukasi mengenai DBD yang dibawakan di pondok pesantren memberi gambaran nyata bahwa pencegahan penyakit tidak melulu harus dengan intervensi medis yang rumit, melainkan bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah, dan menghilangkan potensi genangan air. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan kepekaan sosial serta sense of responsibility pada mahasiswa sebagai tenaga kesehatan masa depan.

Tak hanya itu, kegiatan PoA juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk membangun jejaring sosial dengan masyarakat sekitar. Interaksi antara santri, pengasuh pondok, dan mahasiswa baru menciptakan suasana harmonis yang memperkuat hubungan kampus dengan komunitas. Kerja sama lintas peran ini tidak hanya menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap FKIK UIN Malang, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran mampu hadir sebagai agen perubahan yang membawa manfaat. Lewat kegiatan seperti PoA, nilai-nilai integritas, empati, dan kolaborasi semakin tertanam kuat dalam diri mahasiswa.

 

Berita Terkait