MIU Login

BUKTIKAN PROMOSI KESEHATAN ITU SERU!, MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UIN MALANG LAKUKAN EDUKASI KESEHATAN ALA GEN Z

Batu, UIN Malang –  Minggu, 12 Oktober 2025, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar kegiatan Promosi Kesehatan (PromKes) di Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kota Batu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para santri terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, kegiatan ini berfokus pada pembentukan kader kesehatan di lingkungan pesantren yang dirangkai dengan Dies Natalis HMPPD UIN Malang dan program UIN Mengabdi Qaryah Thayyibah oleh LP2M UIN Malang. Diharapkan kegiatan ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mandiri dalam menjaga kebersihan.

Kegiatan ini dibuka oleh dr. Putri Aulawiya Rosyida Halim, M. Biomed selaku dosen yang menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan promosi kesehatan di Pondok Pesantren Al-Hidayah. Beliau menilai pelaksanaan acara telah berjalan dengan baik dan dirangkai dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan khusus bagi santri. Selain itu, pelatihan kader yang disertai praktik penggunakan alat kesehatan dinilai sebagai langkah maju dalam pemberdayaan kesehatan di lingkungan pesantren. “Harapannya, tetap ada pelaksanaan berkelanjutan agar tingkat kesehatan di pondok semakin meningkat,” ujar dr. Putri Aulawiya Rosyida Halim, M. Biomed.

Pelaksanaan promosi kesehatan tahun ini memiliki konsep yang lebih spesifik dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya penyuluhan umum mengenai penyakit kulit dan pemeriksaan kesehatan, kini kegiatan diperluas dengan pelatihan kader kesehatan. Dalam pelatihan tersebut, pengurus pondok dilatih menggunakan berbagai alat kesehatan secara langsung agar lebih memahami praktik di lapangan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam membentuk kader kesehatan yang kompeten dan berdaya guna. Selain itu, pelaksanaan promosi kesehatan tahun ini turut mengundang Ikatan Alumni (IKA) FKIK UIN Malang yang diwakili oleh dr. Ika Nurnaila Syakhsiyah.

Muhammad Fariz (PSPD 2024) selaku ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan bahwa kegiatan promosi kesehatan tahun ini dilatar belakangi oleh kebutuhan untuk memperkuat kebiasaan hidup sehat di lingkungan pesantren. Kondisi sanitasi dan pola konsumsi santri yang masih perlu diperbaiki menjadi alasan utama pelaksanaan kegiatan ini. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran sejak dini agar para santri mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Fariz selaku ketua pelaksana. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung peningkatan kesehatan di lingkungan pesantren.

Pondok Pesantren dipilih sebagai lokasi kegiatan karena berbasis keislaman yang sejalan dengan karakter FKIK UIN Malang. Unit kesehatan yang ada di pondok diharapkan mampu meningkatkan keterampilan para santri dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Target promosi kesehatan tahun ini tidak hanya pada santri, tetapi juga pengurus pondok. Dengan demikian, kolaborasi di pondok dapat terjalin lebih efektif dan saling mendukung.

Persiapan kegiatan ini dilakukan dengan perencanaan yang matang, mulai dari penyusunan tema, penyusunan materi, hingga koordinasi dengan pihak pesantren. Berkat komunikasi dan kerja sama yang baik, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan lancar meskipun jadwal sempat dimajukan. Kegiatan ini juga dijadwalkan untuk dievalusai 2 minggu setelah pelaksanaan melalui program maintenance guna memantau hasil dan tindak lanjutnya.

Penutupan kegiatan, Fariz selaku ketua pelaksana menyampaikan harapannya agar program promosi kesehatan tahun depan memiliki jaungkauan lebih luas lagi. “Kami ingin kegiatan ini dapat melibatkan lebih banyak pesantren, agar kader kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Fariz. Menurutnya, pembentukan kader kader kesehatan di pondok pesantren juga menjadi solusi atas keterbatasan tenaga kesehatan di masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pondok pesantren, Promosi Kesehatan diharapkan terus menjadi langkah nyata dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat di kalangan santri.

 

Penulis: Nessa Levina Talitha (Farmasi 24) & Achmad Khidir Afandi (PSPD 23)

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait