Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) melalui ajang ilmiah internasional pada Hari Rabu, 6 Mei 2026 secara online. Tim mahasiswa yang terdiri dari R. Moch Satrio Siliwangi Syarifatulmuna Negara (PSPD 2023) bersama Aridin Gustaf dan Mochammad Dzaky Addhimi (Profesi dokter) berhasil meraih penghargaan Best Presentation dalam kegiatan International Symposium “URGENCY 2026: Infectious and Metabolic Disease in Global Health” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jawa Timur.

Kompetisi ilmiah tersebut mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan akademisi dari berbagai institusi untuk mempresentasikan hasil penelitian terkait penyakit infeksi dan metabolik yang menjadi tantangan kesehatan global. Dalam forum internasional tersebut, tim berhasil menarik perhatian dewan juri melalui karya ilmiah berjudul “Is the Triglyceride Glucose Index (TGI) Superior to Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) for Predicting Sepsis in Patients with Diabetic Foot Ulcer? A Systematic Review and Meta-Analysis of Novel Biomarkers in Metabolic Disease.”
Penelitian tersebut membahas efektivitas biomarker Triglyceride Glucose Index (TGI) dan Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) dalam memprediksi risiko sepsis pada pasien Diabetic Foot Ulcer (DFU). Topik ini dinilai sangat relevan mengingat diabetes melitus masih menjadi salah satu penyakit dengan komplikasi serius yang dapat mengancam keselamatan pasien apabila tidak ditangani secara dini. Melalui metode systematic review dan meta-analysis, penelitian menunjukkan bahwa TGI memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi dibandingkan NLR dalam mendeteksi risiko sepsis pada pasien DFU. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi ilmiah dalam pengembangan deteksi dini komplikasi diabetes, khususnya di bidang pelayanan kesehatan.

Keberhasilan tim tidak hanya terletak pada kualitas penelitian, tetapi juga pada kemampuan presentasi yang dinilai komunikatif, sistematis, dan menarik secara visual. Penggunaan desain poster ilmiah yang informatif serta penyampaian materi yang interaktif menjadi nilai tambah di hadapan dewan juri hingga akhirnya membawa tim meraih predikat presentasi terbaik.
Dalam wawancara singkat, R. Moch Satrio Siliwangi Syarifatulmuna Negara mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. “Alhamdulillah tentunya ini atas izin Allah. Segala proses dalam pembuatan sebuah karya ilmiah membutuhkan tenaga dan pikiran yang sangat besar. Ketika karya sudah selesai, kami juga harus memikirkan bagaimana cara mendiseminasikan hasil penelitian tersebut di depan publik melalui presentasi yang baik. Penggunaan media visual juga menjadi perhatian agar presentasi tampak lebih menarik dan menjadi nilai tambah bagi dewan juri. Perasaannya tentu sangat menyenangkan dan membanggakan karena akhirnya bisa berkontribusi bagi kemajuan fakultas, di samping juga meng-upgrade diri sendiri menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada mahasiswa lain agar tidak ragu mencoba berbagai kesempatan akademik maupun nonakademik. “Saya berpesan jangan pernah takut untuk mencoba. Kenali potensi yang kalian miliki dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada di depan mata. Jika gagal, teruslah mencoba lagi, karena kita tidak akan pernah tahu pintu mana yang akan menuntun kita menuju pintu-pintu kesuksesan lainnya,” tambahnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PSPD mampu bersaing di tingkat internasional melalui karya ilmiah yang inovatif dan berdampak bagi dunia kesehatan. Diharapkan capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif dalam penelitian, kompetisi ilmiah, dan pengembangan diri demi membawa nama baik institusi di kancah nasional maupun internasional.
Kontributor: Ria Najja Nila nafi’ah (PSSF 23)





