Dhiaz Taupiq Anwari atau lebih sering dikenal dengan Dhiaz dan Usrin Amirawati yang kerap dipanggil Ira adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FKIK UIN Malang yang menorehkan prestasi di ajang pemilihan duta yang diselenggarakan oleh Perki Malang. Keduanya mampu menunjukkan eksistensi dan kemampuan dalam manajemen waktu yang baik sebagai mahasiswa semester akhir. Dengan kegigihannya, Dhiaz dan Ira mampu menyandang sebagai Juara 1 Duta Edukasi Jantung dan Pembuluh Darah PERKI Malang Tahun 2021 Kategori Putra dan Putri. Dengan capaian tersebut, keduanya menjadi perwakilan Duta Perki Cabang Malang di jenjang nasional. Dhiaz berhasil menyandang juara 4 Duta Jantung Nasional. Dengan capaiannya tersebut, beliau berkesempatan untuk diundang ke Istora Senayan untuk menghadiri peringatan World Heart Day oleh PP PERKI Pusat.
Dhiaz memaparkan bahwa tugasnya selama menjadi Duta Perki Cabang Malang tentu tidak sedikit. Banyak program kerja yang ditujukan untuk mengedukasi masyarakat baik itu melalui media sosial ataupun secara langsung. Salah satu inovasi yang pernah dilakukan adalah memberikan edukasi dengan mengambil kurikulum Jepang sebagai acuan. Di Jepang sendiri, anak kecil telah diajarkan tentang Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Supoort). Oleh karena itu, Dhiaz dan Ira datang dan memberikan edukasi ke beberapa SMA yang ada di Malang untuk mengajarkan materi tersebut. āHarapannya ketika terjadi kejadian henti jantung, pertolongan pertama yang diberikan tepatā, tambah Dhiaz.
Selain itu, masih terdapat banyak kontribusi yang sudah dilakukan oleh Dhiaz dan Ira sebagai Duta Perki, seperti penyuluhan melalui instagram setiap 3 bulan sekali, menjadi moderator acara Perki, diundang dalam pertemuan dengan dokter-dokter PERKI, hingga diundang dalam kegiatan berskala Nasional di Istora Senayan untuk menghadiri acara PP PERKI Pusat. Berbagai kegiatan yang mereka jalani dilakukan dalam satu tahun masa jabatan dan akan berakhir sekitar bulan Oktober tahun 2022 ini. Ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya disampaikan Ira untuk para dokter atas ilmu dan kesempatan belajar yang telah diberikan dan yang tidak mungkin didapatkan di tempat lain.








