
Batu, 9 Februari 2025 – Setelah melewati babak penyisihan yang diikuti oleh 1.447 peserta dari enam rayon, ajang CARDION 2025 akhirnya mencapai puncaknya dengan digelarnya babak semifinal dan final di Kampus 2 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kompetisi ini merupakan Olimpiade tahunan tingkat SMA/MA yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter UIN Malang mempertandingkan dua cabang lomba, yakni olimpiade kedokteran dan poster publik.
Seleksi ketat menuju final dimulai dari babak penyisihan pada 26 Januari 2025 yang tersebar di enam rayon: Malang, Probolinggo, Jawa Tengah, Sidoarjo, Madura, serta Jombang-Kediri-Tulungagung. Dari ribuan peserta, hanya 25 tim terbaik yang berhasil melaju ke babak semifinal olimpiade.
Acara semifinal dan final ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Dekan 3 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang, dr. Alvi Milliana, M.Biomed. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga memberikan manfaat lebih bagi para peserta. “Saya harap dengan adanya olimpiade ini, para adik-adik mendapatkan pengalaman berharga dan memperluas relasi mereka untuk masa depan. Selain itu, penting juga bagi kita untuk mengenalkan program studi yang ada di FKIK UIN Malang, sehingga para peserta bisa mendapatkan wawasan lebih tentang dunia kedokteran dan kesehatan,” ujar dr. Alvi.

Ketua Program Studi Pendidikan Dokter UIN Malang, dr. Tias Pramesti Griana, M.Biomed., juga memberikan tanggapannya mengenai ajang ini. “Harapan saya untuk siswa-siswa peserta CARDION 2025 adalah mereka dapat memahami lebih dalam tentang apa yang dipelajari di kedokteran serta mengembangkan keterampilan akademik mereka. Selain itu, saya juga melihat perkembangan yang luar biasa dari acara CARDION sejak pertama kali diadakan pada 2017 hingga saat ini. Ada banyak perbaikan yang dilakukan, termasuk cakupan peserta yang semakin luas, sehingga semakin banyak siswa yang bisa mendapatkan manfaat dari acara ini,” ungkapnya.

Pada 9 Februari 2025, babak semifinal olimpiade berlangsung ketat dengan sistem yang Rally point. Dari sini, hanya 5 tim terbaik yang berhasil melangkah ke babak final, yang kemudian dilaksanakan dalam bentuk cerdas cermat. Sementara itu, pada cabang poster publik, finalis mempresentasikan poster mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari dokter-dokter alumni FKIK UIN Malang.

Selain kompetisi yang menegangkan, seluruh peserta semifinal juga mendapatkan kesempatan eksklusif untuk mengikuti tour kampus kedokteran UIN Malang. Kegiatan ini memberikan wawasan lebih tentang lingkungan akademik serta fasilitas pendidikan kedokteran yang ada di universitas tersebut.
Salah satu pemenang olimpiade kedokteran dari MAN 2 Kota Malang, yang berhasil meraih juara 1, mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti kompetisi ini. “Di sini saya bisa menemukan soal-soal yang lebih menantang dan sesuai dengan konsep HOTS. Panitianya juga sangat ramah dan profesional dalam menyelenggarakan acara. Harapan saya, semoga tahun depan CARDION bisa semakin baik dan terus berkembang. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa meraih juara di ajang bergengsi ini,” ujarnya.

Dengan berakhirnya babak final, CARDION 2025 berhasil menjadi ajang bergengsi yang tidak hanya menguji kemampuan akademik para peserta tetapi juga memberikan pengalaman berharga untuk mengenal kedokteran UIN Malang
Kontributor: Egy Novian Jiska (Farmasi 23), Ericko Purwo Wibowo (PSPD 23), dan Raina Habibatul Haq (PSPD 22)



